Info Aktual

Uploaded:


AUDIENSI IJTI DENGAN MENKOMINFO : DIGITALISASI MEDIA ADALAH SUATU KENISCAYAAN



(Jakarta) Pengurus Pusat  Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) melakukan audiensi dengan Menkominfo Rudiantara di kantor Kemenkominfo, Jakarta (28/02). Selain bersilaturahmi, tujuan audiensi adalah memperkenalkan diri kepengurusan baru IJTI periode 2017-2021 yang dipimpin Ketua Umum Yadi Hendriana dan Sekjen Indria Purnamahadi.

 

Hadir dalam audiensi tersebut antara lain sejumlah anggota Dewan Pertimbangan IJTI seperti Mohamad Teguh (Pemred Indosiar-SCTV), Totok Suryanto (Wapemred TVOne), Dede Apriadi (Pemred NET TV), Makroen Sanjaya (Pemred RTV), Ketua Bid Hubungan Antar Lembaga Apreyvita Wulansari (Pemred Global TV), Ketua Bidang Advokasi Pasaoran Simanjuntak, Wakil Ketua Bidang Konvergensi dan Multimedia Arief Kuswardono, Wakil Ketua Bidang Diklat Irfan Maulana, Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Ratna Komala dan Bendahara Umum Eman Sulitiyani, serta sejumlah pengurus bidang IJTI.

 

Audiensi sekaligus dimaksudkan untuk mendiskusikan isu-isu terkini di bidang media, khususnya yang menyangkut dunia penyiaran. Salah satu isu penting yang didiskusikan dalam audiensi IJTI-Menkominfo adalah menyangkut Revisi UU Penyiaran No. 32/ 2002. Topik utama yang mengemuka adalah digitalisasi TV.

 

Menkominfo Rudiantara menyatakan era digitalisasi tak mungkin dihindari, karena itu sebuah keniscayaan dalam perkembangan teknologi seperti saat ini. Pada saatnya, media analog akan bermigrasi ke digital.

“Bagi televisi mainstream saat ini, yang terpenting adalah mempersiapkan strategi untuk menghadapi era digitalisasi tersebut.” Jelas Rudiantara.

 

Sementara itu Anggota Dewan Pertimbangan IJTI yang juga Pemred SCTV-Indosiar Mohamad Teguh, menjelaskan bahwa saat ini sebenarnya proses digitalisasi media sudah berlangsung. Hanya saja memang digitalisasi saat ini platform-nya tidak menggunakan televise teresterial, tetapi dengan platform internet.

“Banyak pemirsa tv, saat ini shifting menonton televisi melalui gadget (digital), dan bukan via tv konvensional yang kita lihat.” Papar Teguh.

 

Hal senada disampaikan Pemred NET TV Dede Apriadi, menurutnya sudah bukan saatnya lagi berdiskusi soal digitalisasi atau tidak, karena faktanya sudah terjadi. Yang penting, adalah mengantisipasinya dengan menyiapkan program-program berkualitas dengan konten-konten yang bermanfaat bagi pemirsa.

 

Saat ini draft revisi UU Penyiaran sudah berada di DPR. Dan proses finalisasinya sangat ditunggu masyarakat penyiaran dan tentu saja dunia industri. Dilihat dari tahapan pembahasan revisi UU Penyiaran Nomor 32/ 2002 ini, Menkominfo memperkirakan digitalisasi media akan terlaksana tahun 2019 mendatang. Oleh karenanya Ia menghimbau para pemilik media televise mempersiapkan diri, pasalnya digitalisasi akan berpengaruh terhadap tata cara dan bisnis model televise. Pemilik industri media televisi juga tak perlu khawatir soal digitalisasi media ini.