Info Aktual

Uploaded:


CETAK ASSESSOR BARU, IJTI GELAR TRAINING OF TRAINER



Jakarta,  Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Selasa (7/3)  menggelar Training of Trainer di SCTV Tower , Jakarta. Kegiatan yang diikuti 15 jurnalis dari berbagai stasiun televise ini, dibuka oleh Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo bersama Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana.  Dalam sambutannya, Yosep Adi Prasetyo atau yang biasa disapa Stanley, menilai pentingnya meningkatkan kompetensi jurnalis di tengah tsunami informasi saat ini. Saat Indonesia menyatakan diri menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka dalam satu-dua tahun ke depan Indonesia bukan tidak mungkin akan kedatangan jurnalis berkualitas dari negara Asean lain. " Bagaimanapun daya kompetitif jurnalis kita mesti ditingkatkan. Minimal di tingkat regional Asean, " katanya.

 

Peningkatakan daya saing jurnalis, salah satunya dengan standarisasi profesi melalui uji kompetensi jurnalis TV. Untuk menghasilkan jurnalis, sesuai standar profesi yang ditetapkan Dewan Pers, perlu assessor yang mumpuni, melalui kegiatan Training of Trainer (TOT). Mereka yang ikut dalam TOT merupakan jurnalis  jenjang utama, yang akan menjadi calon penguji di Lembaga Uji Kompetensi Jurnalis TV  IJTI.  “Kita akan menambah jumlah penguji , karena kebutuhan di lembaga UKJ sudah sangat mendesak,” kata Jamalul Insan, Ketua Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Diklat IJTI.

 

Training for Trainer adalah pelatihan bagi calon assessor Uji Kompetensi Jurnalis TV,  agar memiliki paradigma dan attitude, serta menguasai pengetahuan dan keterampilan  sebagai assessor sehingga dalam pelaksanaan UKJ nanti bisa menjadi lebih terampil di bidang yang mereka pelajari secara efektif dan optimal.  Para peserta TOT diharapkan mampu menularkan dan mengembangkan keunggulan di media tempatnya bekerja dan organisasi profesi, seperti IJTI, melalui program pelatihan yang diadakan secara berkala.

 

Sebagai Lembaga Uji Kompetensi Jurnalis Televisi (UKJTV) yang telah diakui  Dewan Pers, IJTI juga resmi terdaftar sebagai satu-satunya Lembaga Uji Kompetensi dan Profesi bagi para jurnalis televisi di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker RI).  Keputusan tersebut tertuang dalam surat keputusan Kementerian Tenaga Kerja No 18/LATTAS/I/2017, tanggal 22 Januari 2017.

 

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hanif Dakhiri, saat menerima jajaran Pengurus Pusat IJTI, di kantornya, Senin (6/3), mengingatkan bahwa pelatihan kompetensi pada suatu profesi harus dibarengi dengan pola perekrutan yang berbasis pada tenaga kompeten dan bersertifikat. “Industri yang bersangkutan juga harus melakukan rekrutmen berdasarkan kompetensi dan sertifikasi,” katanya.  Menurutnya, Pemerintah berkomitmen akan terus mendorong bidang komunikasi agar memiliki standar kompetensi, seperti halnya jurnalis televise,  yang dapat dijadikan  acuan dalam pelatihan, dan juga sertifikasi profesi. ***

---

Untuk Informasi lebih lanjut terkait Uji Kompetensi Jurnalis TV

Bisa menghubungi Anggi Ardiastuti, Sekretariat IJTI, Gedung Dewan Pers, lantai 5, Jl. Kebon Sirih no.32-34, Jakarta 10110 telp 021-3500774.