Info Aktual

Uploaded:


Jelang Dini Hari Memburu Kompetensi



JAKARTA. Tepuk tangan penyemangat bergemuruh di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (26/12) malam. Gemuruh tepuk tangan itu menandai akhir dari kegiatan Uji Kompetensi Jurnalis Televisi yang diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Meski tepuk tangan itu sekaligus penghangat di tengah dinginnya malam yang semakin larut, namun tidak demikian bagi Yesika Natalina Sidabutar, salah satu peserta uji kompetensi Jurnalis TV.

 

Tangan Yesika terasa dingin sejak bersalaman dengan Herik Kurniawan , assessor uji kompetensi jurnalis televisi. Yesika menjadi peserta terakhir, yang harus menjalani interview, sebagai tahap akhir proses uji kompetensi jurnalis televisi. "Ini pengalaman buat saya berhadapan dengan jurnalis senior sebagai penguji," kata Yesika, sambil melirik jarum jam yang menunjukkan pukul 23.15 wib.

 

Yesika mengikuti uji kompetensi jenjang muda untuk profesi reporter. Meski masih tergolong belia didunia jurnalistik, namun tidak mengurangi semangat, untuk mengikuti proses sertifikasi.

 

Semangat yang sama juga ditunjukkan Delfis, jurnalis Kompas TV, yang mengambil jenjang kompetensi Madya untuk profesi kamerawan. Delfis, yang sudah puluhan tahun 'memanggul' kamera, tidak ingin profesi yang dijalaninya itu, tidak diakui. "Sebentar lagi saya mau pensiun, dan ini bisa menjadi kenang kenangan saya sebagai jurnalis televisi, " katanya.

 

Selain di Hall Dewan Pers, IJTI juga menggelar  uji kompetensi di gedung Trans Media. Sertifikasi Jurnalis TV itu diikuti 22 jurnalis CNN Indonesia. Kegiatan UKJTV Batch 3 di CNN Indonesia, berlangsung selama dua hari. (rch)