Info Aktual

Uploaded:


Kartu Pers Tidak Cukup, Perlu Kartu Kompetensi



MEDAN, SUMUT. "Ada lebih dua ratus wartawan yang bertugas di Polda Sumatera utara, tapi baru tau saya kalau banyak yang tidak jelas, " kata AKBP EP Nainggolan, Kasubdit Penmas Polda Sumatera utara, mewakili Kapolda Irjen Pol Agus Andrianto, saat membuka kegiatan Uji Kompetensi Jurnalis Televisi, di Hotel Garuda Plaza, Kota Medan, Sabtu (29/12). 

 

Mantan Kapolres Nias itu mengatakan, uji kompetensi bagi jurnalis sangat diperlukan. "Dengan kompetensi jurnalis bisa memunculkan berita yang bagus dan mencerdaskan bangsa, berimbang dan sesuai fakta," katanya menambahkan.

 

Uji Kompetensi Jurnalis Televisi diselenggarakan IJTI Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti 20 peserta, dari berbagai stasiun televisi yang bersiaran nasional maupun lokal.

 

"Uji kompetensi ini untuk melindungi kepentingan publik dan juga menjaga harkat dan martabat profesi jurnalis televisi, kita tidak cukup hanya memiliki kartu pers, tapi juga kartu kompetensi, " kata Budiman Amin Tanjung, Ketua IJTI Sumatera utara.

 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal IJTI, Indria Purnamahadi, mengatakan hingga saat ini, sebagai lembaga uji kompetensi, IJTI sudah menghasilkan lebih dari 500 jurnalis televisi yang kompeten sesuai jenjang dan profesinya.  "Jangan dilihati dari kuantitas, tapi juga lihat dari sisi kualitas, karena tujuan kita dan Dewan Pers untuk menstandarkan profesi jurnalis televisi," katanya.

 

Perlunya standarisasi profesi jurnalis itu diaminkan Hermansjah, Ketua PWI Sumatera Utara. "Ada ratusan orang yang menolak uji kompetensi, dan ini kita harus lawan. Karena tujuan uji kompetensi ini untuk melihat profesionalisme jurnalis," katanya.

 

Munculnya jurnalis yang kompeten, hasil dari proses sertifikasi, menurut Syahrir, komisioner KPID Sumatera Utara, akan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. "Kita berharap teman teman IJTI memproduksi karya yang bisa ditonton, selalu berimbang dan independen, tidak berpihak.  Media ada dimana mana tapi tidak kemana mana, " katanya. (rch)