Info Aktual

Uploaded:


Menjadi Jurnalis Televisi Harus Miliki Passion



Praktek UKD Esa Unggul



(Jakarta) Mewawancarai dan mengambil gambar pengemudi ojek online, bagi mahasiswa Universitas Esa Unggul Jakarta ini, mungkin yang pertama kali. Biasanya mereka hanya order online, untuk mengantar pergi dan pulang kuliah. Tapi kali ini mereka ditugaskan interview langsung dengan pengemudi ojek online. Wawancara dengan masyarakat ini, menjadi bagian dari kegiatan Uji Keahlian Dasar Jurnalis Televisi yang diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, bagi mahasiswa Universitas Esa Unggul, Jakarta. "Tugas praktek ini, sekaligus ingin mengajak mahasiswa merasakan langsung profesi jurnalis televisi," kata Moh.Jazuli, assessor dari IJTI.

 

Empat puluh mahasiswa Universitas Esa Unggul, Jakarta, Sabtu dan Minggu, 3-4 Agustus 2019, mengikuti Uji Keahlian Dasar Jurnalis Televisi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi Pendamping Ijazah (SKPI), yang menjadi salah satu syarat kelulusan dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Universitas Esa Unggul menggandeng Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)  untuk kegiatan tersebut. “Kami percayakan IJTI, selaku organisasi profesi jurnalis, untuk menguji mahasiswa kami,” kata Rilla Gantanio, Kepala Lembaga Pendidikan Berkelanjutan Unversitas Esa Unggul.

 

Kegiatan Uji Keahlian Dasar Jurnalis Televisi di Universitas Esa Unggul sudah memasuki batch kedua.  Sebelumnya , kegiatan yang sama dilaksanakan  awal Maret 2019 lalu, diikuti 50 mahasiswa .  Seperti di batch pertama, dalam gelombang kedua ini, mahasiswa juga harus mengikuti serangkaian uji, mulai dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, jurnalistik televisi. Selain observasi mahasiswa yang sebagian besar tingkat akhir ini, juga harus mengerjakan uji tertulis dan uji praktek. Dalam kegiatan ini, IJTI menugaskan  7  assessor. Mereka adalah jurnalis televisi senior yang berasal dari berbagai stasiun televisi nasional.

 

Kepala Lembaga Uji Kompetensi Jurnalis Televisi (UKJTV), Rachmat Hidayat mengatakan, meski sebagian besar mahasiswa belum ada yang tertarik menjadi jurnalis televisi, namun mereka tetap harus mengikuti seluruh proses  uji keahlian dasar. "Menjadi jurnalis itu memang harus ada passion. Kalo tidak ada itu, akan sulit," katanya. Sulit yang dimaksud itu, karya jurnalistik yang dihasilkan tidak akan maksimal. "Akan mudah putus asa jika menemui masalah dan tidak tahan banting," tutup Rachmat.(rch)