Info Aktual

Uploaded:


Ikut UKJTV, Catur Tak Kuasa Menahan Haru



Terharu. Catur Hariono, Jurnalis Metro TV (berbaju lengan biru), saat melihat hasil UKJTV yang digelar IJTI di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (28/8).



Tebing Tinggi, Sumut. Catur Hariono, tak kuasa menahan haru, sesaat setelah melihat hasil Uji Kompetensi Jurnalis Televisi (UKJTV) yang diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Rabu (28/8) sore. Matanya berkaca-kaca, dan tangannya mengepal, seakan ingin menumpahkan perasaannya. "Saya seperti tidak bisa menulis, " katanya dengan terbata-bata. "Setelah sepuluh tahun jadi jurnalis, saya merasakan sesuatu yang berbeda, baru kali ini ujian" katanya menambahkan.

 

Catur Hariono, kontributor Metro TV, adalah satu dari lima jurnalis televisi, yang menjadi peserta UKJTV di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Kegiatan UKJTV yang berlangsung selama dua hari itu digelar di Pondok Bagelen. "Kami merasa bangga, bisa ikut UKJ, karena sekarang resmi diakui sebagai jurnalis TV, " kata Alex Garingging.

 

Jurnalis dari Efarina TV itu mengatakan, dengan selesainya uji kompetensi, kini ia tidak ragu lagi menunjukkan jati dirinya sebagai jurnalis televisi. "Ini semacam bekal kita saat liputan dilapangan," katanya menambahkan.

 

Bagi Rudianto Purba, Jurnalis TV One, uji kompetensi memberikan pengalaman tersendiri bagi dirinya. "Saya dapat perbendaharaan baru yang bisa digunakan saat menjalankan peliputan," katanya. Perbendaharaan baru, yang dimaksud Rudi, aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), yang dipelajari dalam waktu singkat."Sebenarnya sudah ada dikepala, tapi mau diucapkan itu sulit," katanya.

 

UKJTV yang diselenggarakan IJTI di Kota Tebing Tinggi, untuk jenjang Jurnalis Muda. Mata uji yang diberikan terkait proses pra produksi, produksi, dan pasca produksi berita televisi."Kita juga ujikan mata uji yang paling penting dan mendasar, terkait Kode Etik Jurnalistik," kata Rachmat Hidayat, Kepala Lembaga UKJTV IJTI. Menurutnya, Kode etik jurnalistik masih menjadi fokus perhatian dari Dewan Pers, agar produk jurnalistik yang dihasilkan berkualitas.(rch)