Info Aktual

Uploaded:


Sertifikasi Menjadi Keharusan Jurnalis Televisi



IJTI Kepri menggelar Uji Kompetensi Jurnalis Televisi (UKJTV), Jumat (11/10)



Batam. Puluhan karangan bunga ucapan selamat, atas kegiatan Uji Kompetensi Jurnalis Televisi (UKJTV), terpasang di depan hotel Harmoni One, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (11/10) pagi. Ucapan selamat dari Kapolda Kepulauan Riau, Komandan Kodim, sampai Studio Mangrove, mewarnai kegiatan sertifikasi jurnalis televisi, yang baru pertama kali diselenggarakan di Batam.

 

“Persiapan kegiatan ini penuh perjuangan, hingga tiga hari sebelum pelaksanaan, kami masih terus berusaha untuk mensukseskan acara ini,” kata Gusti Yenosa, Ketua Panitia Kegiatan UKJTV.

 

Oca, demikian sapaan Gusti Yenosa, mengungkapkan kegelisahan itu, saat memberikan sambutan di pembukaan acara UKJTV. “Tapi dengan semangat teman teman, kami bisa,” katanya menambahkan.

 

Semangat panitia kegiatan itu, sejalan dengan semangat peserta UKJTV, yang berasal dari berbagai wilayah di Kepulauan Riau. Kegiatan UKJTV yang diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia itu, diikuti jurnalis televisi dari Batam, Tanjung Pinang, Bintan dan Dumai.

 

“Semula peserta mencapai lebih dari 30 orang, selain dari Batam, Aceh, Sumatera Barat, dan Palembang,” kata Bagas, Ketua Pengurus Daerah IJTI Kepulauan Riau.

 

Namun jumlah tersebut menurun mendekati waktu pelaksanaan. “Bukan karena teman teman tidak siap, tapi mereka akan buat kegiatan UKJTV di daerah masing masing, seperti di Aceh, yang ternyata lebih dulu,” katanya menambahkan.

 

Kegiatan UKJTV IJTI, diikuti tiga belas peserta. Mereka berasal dari sejumlah stasiun televisi nasional dan lokal, yang bersiaran di wilayah  Kepulauan Riau.

 

Indria Purnamahadi, Sekretaris Jenderal IJTI, mengatakan, sertifikasi jurnalis televisi, menjadi keharusan bagi anggota IJTI.

 

“Semua organisasi jurnalis, hingga kini terus mensertifikasi anggotanya, sama seperti dengan IJTI,” katanya.

 

Menurutnya, sertifikasi menjadi keharusan bagi jurnalis televisi mulai dari reporter sampai pemimpin redaksi. “Dengan sertifikasi itu, kita dapat mengetahui kemampuan dan kompetensi kita sebagai jurnalis televisi,” katanya menambahkan.

 

Hingga saat ini, sudah banyak lembaga pemerintahan yang mensyaratkan jurnalis yang akan bertugas dilingkungan wilayah kerja pemerintahan, harus memiliki kartu kompetensi, seperti di Istana Kepresidenan.  Sejumlah kementrian dan pemerintah kota di beberapa wilayah memberlakukan hal yang sama.

 

“Di Kementrian Agama, jurnalis yang akan tergabung dalam Media Center Haji, harus sudah tersertifikasi, “ kata Rachmat Hidayat, Kepala Lembaga UKJTV IJTI.

 

Persyaratan sertifikasi itu, menunjukkan pentingnya kompetensi jurnalis televisi, untuk menghasilkan tayangan berita berkualitas, ditengah maraknya hoax.

 

Uji Kompetensi Jurnalis Televisi di Batam berlangsung selama dua hari. Sertifikasi jurnalis televisi itu, meliputi uji pra production, production dan post production. Peserta UKJTV untuk jenjang jurnalis muda itu harus menyelesaikan seluruh mata uji dari tiga assessor IJTI. Seluruh peserta, mengambil profesi reporter, dari tiga profesi yang masuk dalam UKJTV. Dua profesi lain yakni Camera Person dan Visual Editor. Kegiatan UKJTV ditinjau langsung Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana. (rch)