Info Aktual

Uploaded:


IJTI Korda Cianjur Goes to School



Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur memulai rangkaian IJTI Goes to School, Rabu (13/11).



CIANJUR-Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur memulai rangkaian IJTI Goes to School Rabu (13/11). Kegiatan itu sendiri akan digelar di lebih dari 20 sekolah SMP-SMA/SMK se-Kabupaten Cianjur.

 

Sebagai permulaan, IJTI Goes to School digelar di SMKN 1 Cilaku dengan diikuti 30 pelajar. Dalam kegiatan itu, para pelajar diberikan materi kejurnalistikan televisi.

 

Ketua IJTI Korda Cianjur Rendra Gozali menjelskan, pelatihan jurnalistik televisi itu selain menjadi program kerja, sekaligus untuk memberikan pengetahuan dan wawasan terkait penyebaran hoaks atau berita bohong.

 

Hal itu diberikan lantaran penyebaran berita bohong saat ini mudah sekali terjadi, utamanya di media sosial. Dengan begitu, generasi penerus bangsa tersebut bisa lebih bijak dalam menerima, menelaah, menyebarkan dan bijak dalam menyampaikan setiap informasi yang didapatnya.

 

"Jadi diharapkan mereka sudah bisa melakukan saring before sharing, sebelum informasi itu benar-benar jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Biar tidak termakan hoaks dan ikut menyebarkan hoaks," tutur Rendra.

 

Pelatihan jurnalistik televisi itu juga untuk menjawab tantangan perkembangan dunia digital yang lebih banyak mengandalkan media sosial dalam penerapannya.

 

Untuk itu, para siswa juga diajarkan cara membuat konten visual yang baik dan bijak dengan dasar dan standar televisi nasional. Di antaranya teknik pengambilan gambar visual, proses wawancara sampai editing dan pembuatan naskah.

 

"Itu sebabnya teori kami berikan porsi lebih sedikit. 70 persen langsung praktik di lapangan," jelasnya.

 

Alhasil, para pelajar tersebut langsung bisa membuat media visual video pendek yang bisa menjadi bahan reportase.

 

"Alhamdulilah hasilnya bagus, semua langsung bisa melakukan bagaimana cara mengambil gambar visual, wawancara, sampai editing," ujar jurnalis SCTV dan Indosiar ini.

 

Sementara itu, Ela, salah satu pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku akhirnya paham dan bisa membedakan mana informasi hoaks dan mana informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

 

Ela juga mengaku bersyukur bisa mendapatkan materi jurnalistik dari jurnalis televisi nasional yang bisa jadi jarang bisa didapatkan dengan sangat mudah.

 

"Akhirnya tahu, paham dan mengerti ciri-ciri berita hoaks. Apalagi langsung diajari cara membuat video konten," ungkap dia.

 

Di tempat yang sama, guru pendamping kelas, Sumarni menyampaikan apresiasi atas ilmu yang diberikan kepada para siswa. Ia berharap, sharing pengetahuan dan ilmu tersebut bisa langsung dipraktikkan oleh para siswanya.

 

"Saya yakin materi yang diberikan ini juga jarang diterima oleh pelajar di Cianjur. Jadi kami merasa beruntung bisa menjadi salah satu sekolah yang dituju untuk IJTI Goes to School ini," pungkasnya.