Info Aktual

Uploaded:


Kembangkan Ilmu Komunikasi, Untar Gandeng IJTI



Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yadi Hendriana, berjabat tangan dengan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Tarumanegara Dr. Riris Loisa, MSI, usai menandatangani Memorandum of Agreement, di Kampus Tarumanegara, Jakarta, Kamis (14/11).



Jakarta-Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yadi Hendriana, menandatangani Memorandum of Agreement dengan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Tarumanegara, Jakarta, yang diwakili Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Dr. Riris Loisa, MSI.  Penandatangan perjanjian kerjasama, berlangsung, Kamis (14/11), di Kampus A Universitas Tarumanegara. "Ini merupakan kerjasama kita yang ketiga kali dengan lembaga pendidikan tinggi, dan ini bukti kepercayaan kepada kami," kata Yadi Hendriana, Ketum IJTI.

 

Menurutnya, kepercayaan dari lembaga pendidikan tinggi tersebut membuktikan IJTI sebagai organisasi memiliki kapabilitas dan kompetensi untuk dijadikan rujukan bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan ilmu yang fokus pada media penyiaran. "Tidak sebatas organisasi, IJTI juga menjadi lembaga uji kompetensi khusus jurnalis televisi, yang memiliki tools uji kompetitif ", katanya.

 

Riris Loisa, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Tarumanegara mengatakan, nota kesepakatan kerjasama dengan IJTI, menjadi sangat penting bagi lembaga pendidikan tinggi. "Nantinya mahasiswa yang lulus sudah bisa mendapat pengakuan dari lingkungan profesinya," katanya.

 

Riris menambahkan, pengakuan dari lingkungan profesi itu dalam bentuk Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang disyaratkan Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi. SKPI dikeluarkan setelah mahasiswa mengikuti sertifikasi oleh IJTI. "Peminatan jurnalistik mahasiswanya tidak banyak, tapi lulusannya bagus bagus," katanya.

 

Kerjasama IJTI dengan Fikom Universitas Tarumanegara, tidak sebatas proses sertifikasi. Kerjasama juga meliputi pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. "Kita berharap bisa melaksanakan FGD (Focus Group Discusion) yang hasilnya bisa untuk pengembangan ilmu komunikasi khususnya di bidang penyiaran," kata Riris Loisa.

 

IJTI yang memiliki anggota lebih dari 2000 orang, menyambut baik kerjasama dengan Fikom    universitas Tarumanagara. "Ini momentum yang baik, kerjasama yang berdampak positif, kita akan berbagi experince dan knowledge dengan mahasiswa," kata Yadi Hendriana.

 

IJTI menjadi lembaga uji kompetensi yang melaksanakan sertifikasi bagi mahasiswa yang mengambil peminatan jurnalis televisi. Selain dengan Universitas Tarumanegara, IJTI bekerjasama dengan Universitas Serang Raya dan Universitas Esa Unggul, Jakarta. (rch)