Info Aktual

Uploaded:


UKJTV IJTI Pengda Banten : Temaram demi Praktik Malam



Salah satu peserta UKJTV sedang malakukan praktek peliputan di Kota Serang, Banten, Sabtu (14/12/2019)



Serang, Banten. Seberkas cahaya dari fitur telepon genggam menjadi penerang liputan  Andika Ilman dan Darma Wijaya, di sebuah warung di kawasan Pasar Lama, Serang, Banten. Dengan peralatan seadanya mereka berusaha untuk mendapatkan pencahayaan di lokasi yang temaram, saat pengambilan visual oncam, Sabtu (14/12) malam.

 

Liputan feature kuliner 'Bubur Setan' menjadi pilihan Andika Ilman dan Darma Wijaya karena fenomenal di kota  Serang. "Bubur Setan itu hanya nama saja, sebenarnya itu bubur ayam biasa tapi memiliki rasa yang berbeda dari bubur ayam lainnya," kata Andika. Bubur ayam itu hanya buka jam 18.00 wib dan tutup jam 23.00 wib. "Pedagangnya sudah tiga generasi, dan tiap hari bisa habis 250 mangkok, " ujar Andika menambahkan.

 

Liputan malam hari itu, menjadi bagian dari Uji Kompetensi Jurnalis Televisi, yang diselenggarakan Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten. Kegiatan uji kompetensi diikuti 14 jurnalis televisi, yang bertugas disejumlah wilayah di Provinsi Banten.

 

Proses sertifikasi bagi Jurnalis Televisi itu, berlangsung selama dua hari, di dua lokasi berbeda, Hotel Wisata Baru dan Sekretariat IJTI Pengda Banten. "Peserta akan menjalani serangkaian uji, mulai dari _pra production, production sampai post production" kata Rachmat Hidayat, Kepala Lembaga UKJTV IJTI. Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) menjadi poin penting dari setiap kegiatan UKJTV.

 

Sementara, Sekretaris Jenderal IJTI, Indria Purnamahadi mengatakan, tujuan sertifikasi untuk mengukur kompetensi dan kapabilitas jurnalis televisi, khususnya bagi anggota IJTI. "Kita berharap jurnalis televisi bisa menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, dan dengan sertifikasi ini, jurnalis kita bisa sehat, kuat dan bermartabat," katanya, saat membuka kegiatan UKJTV IJTI di Hotel Wisata Baru, Serang.

 

Menurutnya, jurnalis televisi yang sudah mengikuti sertifikasi, tidak sebatas memahami prosedur kerja, tetapi juga harus menjalankan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku. "Tidak hanya Undang undang pokok pers dan undang undang penyiaran, jurnalis televisi juga harus memahami undang undang terkait perlindungan perempuan dan ramah anak, sehingga liputan yang dihasilkan tidak memicu masalah," katanya.(rch)