Info Aktual

Uploaded:


IJTI Gelar Lomba Karya Jurnalistik 2021





Jakarta - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) melaunching Lomba Karya Jurnalistik IJTI 2021 yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis (25/3). Kegiatan yang bekerjasama dengan PT Pegadaian (Persero) mengangkat tema Pembentukan Ekosistem Ultra Mikro untuk Mewujudkan Pemulihan Ekonomi Nasional.

 

Acara launching menghadirkan sejumlah narasumber yakni, Ketua Dewan Pers M. Nuh, Direktur SDM dan Hukum PT Pegadaian (Persero) Moh. Edi Isdwiarto di sela acara, Ketua Dewan Pertimbangan IJTI Imam Wahyudi serta Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana.

 

Direktur SDM dan Hukum PT Pegadaian (Persero) Moh. Edi Isdwiarto di sela acara mengatakan dukungan ini sebagai bentuk komitmen Pegadaian menyukseskan program Pembentukan Ekosistem Ultra Mikro untuk penguatan bisnis pelaku usaha Ultra Mikro dan UMKM agar naik kelas dan tumbuh secara berkelanjutan.

 

"Manajemen PT Pegadaian (Persero) tentu mendukung kebijakan strategis pemerintah tersebut, serta mengharapkan dukungan dari rekan-rekan jurnalis untuk menyebarluaskan manfaat inisiatif ini melalui partisipasi aktif dalam lomba karya jurnalistik yang digelar oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia," kata Edi, Kamis (25/3/2021)

 

Lebih lanjut Edi Isdwiarto mengatakan lomba karya jurnalistik 2021 bertujuan untuk literasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya kalangan jurnalis sekaligus sebagai apresiasi terhadap karya-karya jurnalistik terbaik televisi, cetak, online, maupun foto.

 

Sementara itu Ketua Dewan Pers M. Nuh menyampaikan apresiasi kepada Pegadaian dan IJTI atas pelaksanaan lomba ini. M. Nuh mengatakan terdapat tiga hal yang menjadi catatan dalam kegiatan ini.

 

"Pertama, kegiatan ini menjadi ajang pelatihan dan memberi kesempatan para jurnalis untuk menciptakan karya terbaik. Kedua, membangun kebiasaan untuk memberikan apresiasi kepada siapa pun yang mampu menciptakan karya terbaik. Ketiga, menciptakan budaya sinergi atau kerja sama dalam rangka membangun ekosistem komunikasi media yang sehat," ucapnya.

 

Ia berharap budaya kerja sama ini dapat terus dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa bekerja sendiri-sendiri, tetapi dengan kerja sama pasti akan memperoleh hasil yang lebih baik.

 

Peserta yang mengirimkan karya terbaik lebih cepat serta tiga pemenang masing-masing kategori berhak atas hadiah senilai total Rp 200 juta

 

Uploaded:


Uji Kompetensi Bangun Demokrasi





Bandung, Jawa Barat - Media memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang demokratis. Pentingnya peran media itu disampaikan Wariki Sutikno, Direktur Politik dan Komunikasi, Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), saat memberikan pengantar dalam kegiatan Uji Kompetensi Jurnalis Televisi, di Bandung, Jawab Barat, Kamis (25/3). “Demokrasi di Indonesia memang belum sempurna, kita ingin membangun negeri ini,” katanya.

 

Menurut Wariki, tiap negara berbeda dalam mengartikan demokrasi, dan Bappenas dalam menyusun indeks demokrasi di Indonesia, yang merupakat alat untuk mengukur tingkat perkembangan demokrasi di tanah air, mempertimbangkan nilai-nilai kearifan local. “Banyak manfaat jika sudah mencapai indeks demokrasi yang tinggi,” katanya dihadapan peserta Uji Kompetensi Jurnalis Televisi yang berlangsung di Four Points Hotel, Bandung.

 

Manfaat, yang didapat negara dengan indeks demokrasi yang baik diantaranya, adanya perbaikan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terkait diplomasi antar negara, akan lebih efektif dan disegani. Dan manfaat lainnya, peningkatan ekonomi, bagi negara yang sudah mencapai indeks demokrasi. “Kita bangun Indonesia, peran wartawan sangat penting,” kata Wariki.

 

Pentingnya media dalam membangun demokrasi, harus diperkuat dengan kualitas jurnalis. Sertifikasi jurnalis televisi, melalui kegiatan uji kompetensi, menjadi salah satu upaya meningkatkan kapabilitas dan kompetensi jurnalis televisi. “Jurnalis profesi yang terbuka, siapa saja bisa jadi jurnalis. Tapi hanya jurnalis yang kompeten, yang bisa memberikan informasi sesuai fakta, ” kata Agung Darmajaya, Anggota Dewan Pers, saat membuka Uji Kompetensi Jurnalis Televisi yang diselenggarakan IJTI dan ANTV.

 

Uji Kompetensi Jurnalis Televisi, berlangsung selama dua hari dan diikuti 52 jurnalis dari berbagai stasiun televisi di provinsi Jawa barat. Sertifikasi bagi jurnalis televisi bertujuan mengukur kesadaran, keterampilan dan pengetahuan jurnalistik. Kegiatan dibagi menjadi sembilan kelompok terdiri dari 8 kelompok jurnalis muda, dan satu kelompok jurnalis utama. Peserta memilih alat uji sesuai profesi yang dijalani sehari hari, yakni reporter, camera person dan visual editor. (rch)

 


 















Pendaftaran LKJTV 2020